Kaedah Syara' dalam hal yg berkaitan halal-haram terbahagi kepada dua ::
1. Kaedah dalam ibadah khusus : Semua ibadah adalah HARAM kecuali wujud dalil yg jelas memerintahkan utk melakukannya.
Jadi, kalau tak ada dalil, tak bolehlah pandai2 buat sesuatu ibadah itu..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
2. Kaedah dalam hal mu'amalat / pengurusan kehidupan : Semua perkara adalah HALAL, kecuali wujud dalil yg jelas mengharamkannya.
Jadi, selagi tak ada dalil yg menyatakan pengharamannya, maka boleh lah buat.
Dan, apa yg saya tahu, cinta itu masuk dalam kategori yg kedua. Maka kalau Rasulullah SAW tidak buat, atau para sahabat tidak buat, atau salafussoleh tidak buat, itu tidak bermakna menjadi dalil kepada pengharamannya.
Macam buat Bank. Rasulullah SAW ada buat Bank? Jadi, kenapa buat Bank tidak haram?
Macam buat meriam. Rasulullah SAW ada buat meriam? Jadi, kenapa pemakaian meriam dalam perang tak haram?
Macam duduk rumah besar. Rasulullah SAW ada duduk dalam rumah besar? Jadi, kenapa duduk dalam rumah besar tidak haram?
Sebab itu semua masuk dalam kategori ke dua.
Dan, antara contoh kategori ke dua yang HARAM :
Zina. Kenapa haram? Sebab ada dalil yg jelas mengharamkannya.
Tidak mahu menutup aurat. Kenapa haram? Sebab ada dalil yg jelas mengharamkan kita membuka aurat.
Hisap rokok. Kenapa haram? Sebab ada dalil yg menerangkan bahawa apa yg memberikan mudarat kepada manusia adalah haram.
Tapi, kalau rokok itu kita tukar jadi gula2, tak haram lah sebab gula2 tak bagi mudarat. Tapi, kalau kita makan banyak sangat gula2 sampai kena kencing manis, haram lah. Sebab itu dah sampai bagi mudarat.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jadi, begitu juga cinta. Selagi tidak memberi mudarat dan tidak berlawanan dengan syara’, maka cinta itu tidak haram. Itu hukum asasnya. Maka, untuk menjaga kita dari terjerumus ke lembah cinta yg merosakkan, adalah caranya yg dianjurkan Islam.
Dan, cara-cara itu lah yg perlu diperjelaskan dan difahami.
Bukan CINTA yg perlu diharamkan dan dipandang jijik.
:: bajai taqwa setiap hari, berbuahlah bahagia hakiki ::
:: bajai taqwa setiap hari, berbuahlah bahagia hakiki ::

No comments:
Post a Comment