untuk meraih syurga yang abadi, aku perlu meredah ujian yang berat.. sedangkan neraka itu dipagari oleh pelbagai kesenangan duniawi..
Saturday, 10 September 2011
belajar itu suatu JIHAD..
cepat sungguh masa berlalu kan..
dalam tak sedar, semester break selama 4 bulan pun dah nak habis..
hanya tinggal beberapa hari saja lagi utk diri ini menghabiskan
cuti yg tersisa bersama keluarga tercinta..
sejujurnya, entah kenapa, hati ini terasa sgt sebak
utk kembali ke arau meninggal jitra..
sebak memikirkan utk kembali berjauhan
dgn family terutamanya mama dan abah..
kenapa perlu adanya perpisahan setelah hati ini mula bertaut?
setelah hubungan ini kembali jernih?
semua persoalan ini tak mungkin terjawab kan..?
sebab semuanya adalah rahsia Illahi..
hati ini kuat merasakan, mungkin ada hikmah dan kebaikan yg tersembunyi..
KERANA berhijrah utk menuntut ilmu itu adalah suatu JIHAD..
Mari sama2 kita menyingkap erti Jihad..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Jihad / Mujahadah berasal dari perkataan Jaahada yg membawa maksud berjuang keras dgn sekuat tenaga.
Seringkali jihad dikaitkan dengan peperangan menghunus senjata.
Ya, berperang di jalan Allah merupakan suatu jihad. Tetapi, ia bukanlah satu2 nya jihad yg ada. Jihad perang merupakan jihad kecil (saghir) sementara jihad memerangi hawa nafsu merupakan jihad besar (akhbar).
Terdapat banyak lagi pengorbanan @ perkara yg boleh dilabelkan sebagai jihad fisabilillah.
Jihad boleh di bahagikan kepada beberapa kategori. Antaranya Jihad Harta, Jihad Jiwa, Jihad Ta'alim (pendidikan), Jihad Siyasi (politik) dan Jihad Makrifah (ilmu pengetahuan).
Disini, ingin saya mengulas sedikit sebanyak mengenai Jihad Makrifah / Jihad dlm bidang keilmuan.
Kepentingan Jihad Makrifah pada zaman moden hampir menyamai kepentingan jihad di medan peperangan pada zaman lampau.
Ini kerana, 'peperangan' zaman moden tidak hanya menuntut penggunaan senjata tetapi lebih mengutamakan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.
Lihat saja pada realiti. Hanya mereka yg mampu menguasai ilmu dan kemajuan teknologi sahaja boleh menguasai dunia.
Oleh itu, sedarlah wahai Muslim. Sekiranya jihad dalam bidang keilmuan ini dihayati sepenuhnya, InsyaAllah kita mampu bangkit menjadi muslim yg berkaliber dalam menangkis jahiliyah moden.
Firman Allah :
" siapkanlah utk menghadapi mereka dengan apa saja kekuatan yg kamu mampu.. " (Al-Anfaal : 60)
Ya, sememangnya menjadi kewajiban kpd kita utk menguasai ilmu pengetahuan sebagai menghadapi musuh Islam tanpa mengabaikan kekuatan senjata perang.
Lihatlah bagaimana musuh-musuh Islam dgn mudah melancarkan serangan dalam pelbagai bentuk utk mencemarkan kemuliaan Islam.
Apakah status iman seseorang Muslim terhadap ayat2 Allah jika mereka tidak menguasai ilmu sedangkan wahyu pertama yg diturunkan adalah galakan menuntut ilmu.
Sedarlah wahai Muslim. Sesungguhnya Jihad Makrifah ini adalah sgt berat utk diremehkan.
Lihat saja pada strategi penjajahan pihak barat yg menggunakan penjajahan intelektual utk menjajah bangsa lain.
Mereka melancarkan 'perang pengetahuan' utk menguasai dan mendominasi kaum Muslim secara intelektual.
Akibatnya, lahirlah generasi Islam yg hidup sebagai 'muslim plastik' kerana pemikiran mereka sarat dgn ideology yg bertentangan dgn ajaran Islam.
Jihad Makrifah tidak bermaksud mereka hanya perlu menuntut ilmu agama, sebaliknya menguasai apa sahaja ilmu yg mampu menjadikan mereka tunduk dan patuh pada jalan Allah.
Oleh itu, pentingnya bagi kita utk tetap berpegang pada Al-Quran dan Sunnah utk memastikan ilmu yg dikuasai @ dipelajari tidak terkeluar dari batas yg ditetapkan Allah.
Menurut kata Dr Hilmy Bakar Al-Mascaty :
" Generasi muda Islam yg menguasai pelbagai pengetahuan sekular boleh saja meneruskannya. Dengan syarat, pada masa yg sama mereka berjuang semaksima mungkin utk memperdalam pengetahuan agama yg akan menjaga mereka dari 'racun' sekulerisme dan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka "
Tidak kira apa saja ilmu yg dipelajari, kuasailah ilmu itu dgn mendalam supaya ianya dapat membawa manfaat pada masa hadapan.
Sesungguhnya, sangatlah sia-sia penguasaan sesuatu ilmu itu jika ia tidak dapat memberi manfaat kepada diri, masayarakat dan Islam.
:: bajai taqwa setiap hari, berbuahlah bahagia hakiki ::
Friday, 9 September 2011
Salam Lebaran ye kawan2..
Alhamdulillah..
sempat juga diri ini menyambut Syawal bersama keluarga tercinta..
dan yg pastinya, diri ini telah diberi kesempatan menempuh sebulan Ramadhan 1432H..
entah masih sempat atau tak utk diri ini menempuh Ramadhan akan datang? Ramadhan 1433H?
sayu sangat2 bila fikir Ramadhan dah berlalu pergi.. pergi jauh meninggalkan kita.. sangat sedih ! :(
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
em, dah2, jangan sedih2 lagi..
hari raya tak boleh sedih2 kan?
hari raya adalah hari kemenangan bagi umat Islam..
mari, sama2 kita menyingkap makna sebenar Aidilfitri..
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Aidilfitri merupakan hari untuk meraikan 'kejayaan' seluruh umat Islam yg telah berjaya melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Ya, mereka berhak bergembira utk meraikan 'kejayaan' ini.
Kerana, bukan mudah utk kita memerangi nafsu secara 'besar-besaran' sepanjang Ramadhan.
Sabda Nabi SAW :
" Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa itu ada 2 kegembiraan, gembira ketika hari berbuka (aidilfitri) dan gembira ketika bertemu Tuhannya "
Sambutan Aidilfitri dimulakan dengan takbir kerana takbir itu adalah satu sunnah.
Umat Islam digalakkan bertakbir bermula selepas maghrib menjelang malam 1 Syawal hingga selesai khutbah hari raya keesokan harinya.
Firman Allah :
" ...supaya kamu membesarkan Allah (bertakbir) kerana mendapat nikmat dan petunjukNya.. " (Al-Hajj:37)
Lafaz takbir mengandungi pengertian yang sangat besar.
Ia dapat menyucikan hati dari sifat keji terutama syirik, bongkak dan sombong.
Daripada Anas R.A :
Ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, terdapat 2 hari raya yg disambut meriah oleh penduduknya. Maka Baginda bersabda yg bermaksud : " Sesungguhnya Allah menggantikan utk kamu 2 hari yg lebih baik daripada itu, iaitu Aidiladha dan Aidilfitri. " (HR Abu Daud dan An-Nasa'i)
Jelas disini, Aidilfitri bukanlah sekadar suatu perayaan, adat atau budaya.
Aidilfitri merupakan satu anugerah dari Allah sebagai tanda kasih dan rahmatNya kepada hambaNya yg bersungguh-sungguh menjalani ibadah puasa.
Tetapi ingatlah, kita dituntut supaya sentiasa bersederhana dalam menyambut Aidilfitri supaya tidak membazir dan terlalu boros.
Kita juga dituntut supaya memakai pakaian yg paling 'baru' di hari raya terutama ketika hendak ke masjid.
'Baru' bukan beerti baru dibeli, tetapi memadai dengan mengenakan pakaian yg masih elok dan cantik.
Firman Allah :
" Janganlah kamu membazir. Sesungguhnya orang2 yang suka membazir itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu kufur terhadap Tuhannya. " (Al-Isra':26-27)
Selain itu, kita amat dituntut supaya menghidupkan Aidilfitri dgn amalan ziarah menziarahi supaya silaturrahim yang selama ini renggang dapat dieratkan.
Firman Allah :
" Takutkan kepada Allah SWT yang kami memohon kepadaNya dan hubungkanlah silaturrahim." (An-Nisa':1)
Oleh itu, hiasilah Aidilfitri dengan tahlil, tahmid dan takbir.
Semoga kehidupan kita sentiasa dalam Rahmat dan kasih sayang Allah.
:: bajai taqwa setiap hari, berbuahlah bahagia hakiki ::
Subscribe to:
Posts (Atom)

